Kelebihan Solat Dhuha

Kelebihan Solat Dhuha

Friday, 31 January 2014

Kisah Ayas



Ayas adalah seorang miskin yang jujur dan pintar. Ayas bekerja sebagai pencari rumput untuk haiwan-haiwan ternak. Ia dikenali oleh masyarakat sebagai seorang yang baik budi bahasanya, sopan santun, amanah, tawadhu dan penyabar. Kerana itu Raja pun tertarik dengannya dan menjadikan Ayas sebagai tukang kebun kerajaan.

Kejujuran dan kecerdasan Ayas telah cukup membuatkan prestasi kerja Ayas di kerajaan itu mendapat perhatian penuh dari Raja sehingga Raja bertambah sayang dan suka kepadanya. Hal ini tentunya membuat para pembantu dan menteri-menteri kerajaan iri hati.

Raja ingin menguji kejujuran Ayas. Suatu hari Raja mengumpulkan seluruh pembantunya, menteri-menteri dan pegawai kerajaan yang lainnya. Raja berkata kepada semua yang hadir, “Apakah kamu sekalian siap-siaga mendengar dan menjalankan titah perintahku?”
Serentak semua yang hadir menjawab, “Ya baginda!”

“Terima kasih,” balas raja. Raja mengambil permata kerajaan dan berkata, “Sekarang saya perintahkan untuk memecahkan permata kerajaan ini.”

Mula-mula para menteri yang disuruhnya, tetapi mereka menolak sambil mengatakan terlalu sayang kalau permata kerajaan yang berharga dan keramat itu harus dipecahkan. Kemudian raja menyuruh Ayas untuk memecahkan permata itu. Tanpa berfikir panjang Ayas 
menghancurkan permata itu dengan kapak. Semua hadirin terkejut dan memaki-maki Ayas sebagai seorang yang tak tahu diri, bodoh dan pelbagai umpatan lainnya diberikan kepada Ayas. Raja hanya terdiam. Kemudian raja bertanya kepada Ayas, “Mengapa kamu menghancurkan permata itu?”

Ayas menjawab, “Ampun tuanku, saya hanya mentaati perintah tuanku yang mulia untuk menghancurkan permata itu. Bagi saya permata itu tidak ada harganya jika dibandingkan dengan perintah paduka yang mulia.”

Maka raja tersenyum bahagia. Selepas peristiwa itu raja semakin sayang pada Ayas dan hal ini membuatkan perasaan iri hati dan kebencian menteri-menteri kerajaan kepada Ayas semakin kuat.

Raja kembali ingin menguji kejujuran dan kepintaran Ayas, maka dikumpulkannya kembali seluruh penghuni kerajaan kemudian Raja berkata, “Nah sekarang setiap yang berharga di dekat kalian boleh dipegang dan dimiliki.”

Suasana menjadi hiruk pikuk, para menteri ada yang berdiri dekat dengan perhiasan kerajaan dan memegangnya, ada yang memegang emas permata, dan lain-lain. Tapi Ayas hanya diam saja. Raja hairan dan bertanya kepadanya, “Mengapa kamu tidak mengambil barang berharga kerajaan yang terdekat denganmu?”

Ayas hanya menjawab dengan pertanyaan, “Saya hanya ingin memastikan perintah raja, benarkah Raja menyuruh memegang barang berharga terdekat dan setelah itu barang tadi menjadi milik saya?”

Raja menjawab, “Benar.”

Maka tiba-tiba Ayas memeluk tubuh raja. Semua yang hadir hairan dengar kelakuan Ayas. Setelah raja meredakan suasana, ia meminta penjelasan Ayas.


Ayas menjelaskan mengapa ia memeluk raja. Karena raja adalah barang paling berharga di kerajaan itu. Barangsiapa memiliki raja berarti ianya memiliki seluruh kerajaan berikut harta dan kekuasaannya. Kemudian Ayas melanjutkan, begitulah jika seorang manusia “memegang” dan ta’aluk-nya (hubungannya) dengan Allah Swt. Baik, maka Allah Swt. sebagai Maha Raja dan sekalian Raja akan beserta kita setiap saat. Secara sendirinya pertolongan dan bantuan-Nya senantiasa bersama kita, setiap doĆ” dan permohonan kita akan dikabulkan oleh-Nya. Dan kalau perkara ini telah wujud dalam hati kita maka seluruh makhluk ciptaan Allah Swt. akan tunduk dan berkhidmat (melayani) kita.” Demikian penjelasan Ayas.


"hendaklah seorang hamba selalu berharap dan takut kepada Allah, tidak merasa berjasa kepada Allah  dan tidak pernah berutus asa dari rahmat-Nya. (Tahzibul Hilyah I/60)"

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Fixed Deposit Calculator