Kelebihan Solat Dhuha

Kelebihan Solat Dhuha

Saturday, 12 January 2013

Apabila Dunia yang dikejar.


Alkisah, ada seorang wanita yang termasyhur akan kecantikannya. Namanya adalah Husna. Semua lelaki berlomba untuk mendapatkannya. Para pejabat dan orang-orang kaya berkorban untuk mendapatkannya. Tetapi, ia tidak membiarkan para lelaki itu mendapatkan apa yang mereka inginkan. Bahkan, ia membuat suatu siasat yang sangat lihai sebelum para pemujanya mendapatkannya.

Suatu hari ia berkata, “Sesungguhnya orang yang hari ini aku temui, ia akan menjadi suamiku, siapapun dia.”

Ketika ia keluar, ternyata yang pertama kali bertemu dengan si cantik ini adalah penduduk kota yang paling miskin, yang bahkan untuk makan sehari-hari saja tidak mencukupi. Husna kemudian berkata kepadanya, “Wahai Haman, jika engkau mau, hari ini aku akan menjadi istrimu dengan harga yang paling murah.”

“Aku tidak percaya dengan ucapanmu. Apakah engkau hendak mempermainkanku?” kata Haman.

”Demi Rabb langit wahai Haman. Aku tidak mempermainkanmu. Melainkan hanya ingin dijaga dan merasakan keamanan,” kata Husna.

“Tetapi, aku tidak memiliki harta sedikit pun. Sekarang, aku akan pergi ke rumah si fulan, yang tidak pernah menolak untuk memberi bantuan kepadaku ketika aku membutuhkannya,” jawab Haman.

Mereka berdua lalu pergi menemui orang yang dimaksudkan oleh Haman. Dan orang tersebut termasuk orang kaya. Bahkan, tidak ada yang lebih kaya darinya selain penguasa.

“ Wahai fulan, semoga keselamatan bagimu. Ini adalah Husna istriku. Tetapi, apakah engkau dapat memberi pinjaman padaku sesuatu yang bisa ku gunakan untuk mengumumkan kebahagiaan ini ke seluruh penjuru negri?” Tanya Haman kepada orang kaya tersebut.

Tetapi, ketika orang kaya itu melihat kepada Husna, ia lalu bergumam pada dirinya sendiri, “Aku lebih berhak mendapatkan Husna daripada lelaki miskin ini. Karena aku memiliki kekayaan dan kehormatan yang lebih baik dari Haman.”

Maka, seketika itu pun orang kaya itu menarik Haman dan berkata, “Aku tidak akan memberimu harta sedikit pun juga. Bahkan, ia harus menjadi istriku meskipun untuk meraihnya memerlukan waktu panjang.”

Terjadilah perselisihan antara Haman dan orang kaya tersebut sehingga urusannya sampai kepada kepala kepolisian agar urusan itu dapat diputuskan.

Kepala polisi berkata, “Silahkan setiap dari kalian menyampaikan alasan-alasannya.”

Melihat perselisihan tersebut, kepala kepolisian pun kemudian berkata,

“Datangkanlah wanita yang menjadi penyebab perselisihan ini.”

Kemudian didatangkanlah Husna. Kepala polisi terkesima melihat kecantikan, keanggunan serta kesempurnaan kecantikannya yang nampak pada setiap langkah kaki yang dijejakkan olehnya.

Kepala kepolisian lalu bergumam pada dirinya, “Demi Allah, mataku belum pernah melihat wanita secantik ini. Aku adalah pemimpin dan tidak ada seorang pun yang berani melawanku. Ia lebih layak untukku daripada untuk si miskin atau si kaya yang pengecut itu. Karena akulah penjaga negri ini.”

Maka kepala polisi teresebut menarik Haman dan si kaya agar ia dapat meraih keberuntungan memperistri Husna. Perselisihan menjadi semakin berkembang hingga permasalahannya sampai kepada sang hakim.

Ketika sang hakim mengetahui duduk permasalahan perselisihan mereka, maka ia berkata, “Datangkan kemari wanita yang dapat membuat kalian terkesima. Mana dia?”

Maka Husna pun masuk, dan ia menampakkan puncak kecantikan dan keanggunannya. Hakim melihatnya terkejut sekali melihat kecantikanya. Seketika itu, hatinya langsung tertambat dengannya. Maka terdetiklah pada dirinya apa yang juga sebelumnya terdetik pada orang-oarng yang berselisih sebelumnya. Ia pun hendak merebutnya dari mereka, sehingga perselisihan semaikin rumit. Mereka berkata, “Siapa lagi yang dapat kita jadikan pemutus perselisihan ini?”

Husna berkata dengan suara yang mendayu nan merdu,

“Kita pergi saja kepada penguasa, orang yang terkenal keadilannya pada masa ini.”

Maka si miskin Haman, orang kaya, kepala kepolisian, dan hakim pun pergi kepada tuan mereka penguasa negri. Setiap mereka mempunyai keyakinan yang tinggi bahwa si Husna akan menjadi milik mereka meskipun harus melewati masa perbuatan yang lama.

Akan tetapi, si penguasa pun bernasib serupa. Hawa nafsunyapun terpasung dengan kecantikannya dan hatinya tertambat jua. Ia juga menginginkan wanita tersebut dan berkeinginan agar jangan jatuh ke tangan yang lain.

Perselisihan semakin parah, setiap mereka menginginkan agar si cantik tersebut untuk diri mereka.

Di tengah ramainya perselisihan, Husna berteriak kepada mereka, “Aku akan datang kepada kalian dengan membawa jawaban keputusan.”

Terang saja, mendengar jawaban tersebut, semuanya langsung menjawab serempak, “Apa itu wahai rembulan zaman ini?”

Ia berkata, “Ikutilah aku menuju padang sahara di tempat bani ‘ Hawa’. Disana akan kalian temukan jawabannya.”

Mereka pun segera menuju ke tempat itu. Sesampainya disana, mereka telah mendapati si Husna tengah menunggu.

Mereka berkata, “Perintahkanlah kepada kami, tentu kami akan taat sebagaimana ketaatan seorang anak yang masih kecil.”

Ia berkata, “Aku akan berlari dengan cepat, maka siapa yang dapat menyusulku pertama kali maka ia berhasil memenangkan pertandingan dan bisa membawaku kemana saja ia khendaki.”



Mereka berkata, “Kami rela dan Allah lah tempat memohon pertolongan.”

Ketika si cantik Husna bergerak dengan cepat, para lelaki itu pun mengikutinya. Akan tetapi, ternyata Husna bergerak terlalu cepat. Setelah beberapa lama, Husna menghilang dari pandangan mereka karna tertutup kabut yang menghalang.

Tetapi, tahukah apa yang para lelaki tu dapati?

Ternyata didepan mereka adalah jurang yang dalam. Ternyata si cantik Husna menjerumuskan mereka ke dalamnya. Akhirnya mereka tahu bahwa Husna telah menghianati mereka agar mereka terjatuh ke jurang. Tetapi, kesadaran mereka terlambat. Akhirnya, mereka semua satu demi satu terdorong kedalam jurang sehingga mereka binasa.

INILAH DUNIA.... dia akan menjadi petaka bagi siapa yang tergila-gila padanya.... dia akan menjadi kebinasaan bagi orang-orang yang memujanya... dan BEGITU BESAR PULA FITNAH WANITA.....

Betapa banyak wanita2 yang tidak mentaati Allah dan Rasul-Nya sehingga dia menjerumuskan dirinya juga orang lain ke dalam kebinasaan. Baik itu dengan perbuatan keji maupun aniaya.

Benarlah sabda Rasulullah Sallallahu ‘alahi wasallam :
“Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau. Dan sesungguhnya Allah mempercayakan kalian untuk mengurusinya, Allah ingin melihat bagaimana perbuatan kalian. Maka berhati-hatilah kalian dari fitnah dunia dan takutlah kalian akan fitnah kaum wanita. Karena sesungguhnya fitnah pertama di kalangan Bani Isra’il adalah dalam masalah wanita.” (HR. Muslim [2742])

TETAPI SEBALIKNYA…,, bagi para muslimah yang solehah, maka mereka adalah perhiasan dunia dan akhirat; sebagai penutup pintu-pintu fitnah di dunia dan penuntun menuju jannah di akhirat….


Dari Abdullah bin Umar Rasulullah bersabda, “Sungguh aku tak pernah melihat kaum wanita seperti kalian, walaupun kurang dalam akal dan agama namun mampu me-ngalahkan orang-orang yang berakal.” (Hr. Muslim)

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Fixed Deposit Calculator